Langsung ke konten utama

Hari Pendidikan Nasional Untuk Pendidikan Lebih Berkemajuan

Hari Pendidikan Nasional untuk pendidikan lebih berkemajuan Oleh : Adi Suprah (Ketua Umum PD IPM Kota Palopo) Hari Pendidikan Nasional diperingati setiap tanggal 2 Mei. Tahun ini, peringatan Hari Pendidikan Nasional jatuh pada Selasa, 2 Mei 2023. Pendidikan merupakan hal yang sangat penting dalam membentuk karakter seseorang dan membangun masa depan bangsa. Oleh karena itu, peringatan Hari Pendidikan Nasional seharusnya menjadi momentum bagi seluruh stakeholder pendidikan untuk merefleksikan dan memperbaiki sistem pendidikan di Indonesia. Di masa pandemi COVID-19, pendidikan di Indonesia mengalami berbagai tantangan seperti pembelajaran jarak jauh yang tidak merata, akses internet yang terbatas, dan kurangnya pelatihan bagi para guru. Oleh karena itu, peringatan Hari Pendidikan Nasional tahun ini harus menjadi momen untuk mengajak seluruh stakeholder pendidikan untuk bersama-sama meningkatkan kualitas dan akses pendidikan di Indonesia. Pendidikan berkarakter harus menjadi f...

Lahirnya IPM di Kota Palopo

 




Dinamika Kelahiran IPM di Kota Palopo

Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) adalah Organisasi Otonom (Ortom) Muhammadiyah, merupakan gerakan Islam, dakwah amar makruf nahi munkar di kalangan pelajar, berakidah Islam dan bersumber pada Al-Qur‘an dan As-Sunnah. Oleh karena itu, tak heran gerakan IPM Saat ini dapat ditemukan hampir di setia daerah Provinsi, Kabupaten/Kota, Kecamatan, dan Desa di seluruh Indonesia.

Struktural yang luas tersebut banyak menjangkau tiap daerah di Indonesia, tak terkecuali di Kota Palopo. IPM di Kota Palopo berdiri sejak tahun 2002 sampai saat ini dengan tetap eksis menjelajahi gerakan-gerakan pelajar di Kota Palopo dan isu-isu nasional terkini, serta turut handil dalam gerakan kemasyarakatan bersama dengan Muhammadiyah Palopo beserta ortomnya.

Dalam awal perkembangannya IPM di Kota Palopo cukup banyak manghadapi gejolak dan dinamika yang terjadi, mulai dari persoalan pembentukan yang kompleks dan sampai pada persoalan urgensi kepemimpinan. Melihat kondisi tersebut, kader IPM di masa itu merasa perlu untuk membenahi setiap persoslan itu dengan tuntas dan semangat juang yang tinggi

Gerakan Pimpinan IPM di Palopo tak lepas dari kondisi otonomi daerah Palopo yang pernah berubah. Seperti yang diketahui bersama bahwa Kota Palopo dulunya merupakan bagian dari Kabupaten Luwu dan menjadi Ibukota Kabupaten tersebut.

Kota Palopo, dahulu disebut Kota Administratip (Kotip) Palopo, merupakan Ibu Kota Kabupaten Luwu yang dibentuk berdasarkan Peraturan Pemerintah ( PP ) Nomor Tahun 42 Tahun 1986. Seiring dengan perkembangan zaman, tatkala gaung reformasi bergulir dan melahirkan UU No. 22 Tahun 1999 dan PP 129 Tahun 2000, telah membuka peluang bagi Kota Administratif di Seluruh Indonesia yang telah memenuhi sejumlah persyaratan untuk dapat ditingkatkan statusnya menjadi sebuah daerah otonom.

Tanggal 2 Juli 2002, merupakan salah satu tonggak sejarah perjuangan pembangunan Kota Palopo, dengan di tanda tanganinya prasasti pengakuan atas daerah otonom Kota Palopo oleh Bapak Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia , berdasarkan Undang-Undang No. 11 Tahun 2002 tentang Pembentukan Daerah Otonom Kota Palopo dan Kabupaten Mamasa Provinsii Sulawesi Selatan , yang akhirnya menjadi sebuah Daerah Otonom, dengan bentuk dan model pemerintahan serta letak wilayah geografis tersendiri, berpisah dari induknya yakni Kabupaten Luwu. (palopokota.go.id)

Dengan Terbentuknya Kota Palopo yang berpisah dengan Kabupaten Luwu, Struktural Muhammadiyah dan seluruh ortom yang mengikuti regional daerah khususnya IPM pun juga harus menyesuaikan dengan kondisi administratif otonomi daerah pemerintahan saat itu. Adaptasi dan kolaborasi dari para kader IPM Luwu dan Palopo kala itu perlu dituangkan dalam tiap gerakan-gerakan organisasi guna menyikapi persoalan tersebut.

Perubahan tersebut memberikan beberapa dampak yang cukup signifikan bagi perkembangan gerakan IPM di Tana Luwu. Salah satu dampak baiknya yaitu dengan terbentuknya Kota Palopo dapat memberikan ruang yang lebih luas bagi pimpinan IPM di Palopo untuk bergerak menjalankan roda organisasinya dengan kondisi daerah yang lebih terfokus pada daerah Kota Palopo sebagai sentral gerakan Pimpinan Daerah.

Sedangkan dampak lainnya dari perubahan tersebut bagi IPM Tana Luwu berimbas dan dirasakan langsung oleh Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah Kabupaten Luwu (PD IPM Kab. Luwu) dengan rentang waktu periodisasi tahun 2000-2002 kala itu, yaitu terjadinya kekosongan kepemimpinan di tubuh PD IPM Kab. Luwu dan juga terjadi kevakuman organisasi selama beberapa tahun lamanya. Ketua Umum PD IPM Kab. Luwu saat proses transisi tersebut yaitu Kakanda Suparni Sampetan (Kak Parni), dengan periodisasi kepimpinan Tahun 2000-2002.

Menurut beberapa sumber, PD IPM Kab. Luwu kala itu memang berpusat di Palopo sebelum berpisahnya daerah tersebut dari Kabupaten Luwu. Hal tersebut juga dikarenakan Palopo adalah ibu kota Kabupaten kala itu. Sehingga saat terjadinya perubahan administrasi pemerintah tentang berdirinya Palopo sebagai otonomi daerah sendiri, sebagian Kader IPM yang menjabat sebagai Pimpinan di PD IPM Kab. Luwu saat itu juga harus mengambil langkah guna membentuk dan mengisi Pimpinan IPM yang baru yaitu PD IPM Kota Palopo. Proses tersebut berdampak buruk bagi kondisi PD IPM Kab. Luwu yang kala itu juga mengalami kekurangan SDM kader pimpinan.

Gejolak Kepemimpinan yang terjadi itu juga merupakan salah satu penyebab kekosongan dan kevakumannya PD IPM Kab. Luwu dengan rentang waktu kira-kira Tahun 2002 Hingga Tahun 2016, yang masih berpusat di kecamatan Lamasi. Saat itulah saat dimana PD IPM Kab. Luwu mencoba untuk bangkit dari tidur panjangnya ditandai dengan dilantiknya Struktural PD IPM Kab. Luwu Periode 2016-2018 yang dinahkodai oleh Kakanda Ahmad Selaku Ketua Umum.

Menuju Lahirnya PD IPM Kota Palopo

Melanjutkan kepengurusan dan Kepemimpinan IPM di Kota Palopo setelah berpisahnya Kota Palopo dari Kabupaten Luwu dan Berpisanya juga IPM Palopo dengan PD IPM Kab. Luwu, struktural kepemimpinan di tubuh Pimpinan Daerah IPM Kota Palopo mulai dibenahi. Mulai dari persoalan SDM kader hingga pada taraf proses transformasi kepemimpinan, sehingga dapat beradaptasi dan mengejar ketertinggalan dari PD IPM di daerah lainnya yang sudah cukup lama berdiri dan tetap eksis hingga sekarang.

Kepengurusan dan kepemimpinan IPM Kota Palopo kemudian diisi oleh Kader-kader IPM yang juga merupakan Kader-kader IPM Luwu sebelumnya. Kader-kader yang mengisi pimpinan tersebut mencoba untuk mengaktifkan kembali semangat juang kader IPM dengan memanfaatkan semua SDM kader guna merampungkan struktural pimpinan IPM di Kota Palopo. Untuk memenuhi SDM Organisasi, para pimpinan kian giat melakukan perkaderan demi perkaderan di tiap sekolah di Palopo yang dapat dijadikan objek perkaderan IPM.

Dalam menjalankan perkaderannya, IPM Palopo kala itu yang masih kekurangan instruktur perkaderan, IPM Palopo diketahui sering memanggil instruktur dari Pimpinan Wilayah (PW) IPM Sulawesi Selatan dan dari daerah lainnya untuk turut menjadi instruktur perkaderan yang dilaksanakan oleh IPM Palopo.

Seiring berjalannya waktu SDM dan Kader IPM di Palopo dapat dikatakan sudan cukup dan banyak, maka kemudian diperkuat kembali persoalan struktural Pimpinan di tubuh IPM Palopo. Dengan begitu teruslah bergulir masa ke masa kepemimpinan dari IPM Palopo.

Di mulai dengan Kakanda Mugaffar sebagai Ketua Umum PD IPM Kota Palopo Periode 2002-2007, sekaligus menjadikan beliau sebagai ketua PD IPM Kota Palopo yang pertama, sampai dengan saat ini proses kepemimpinan di IPM Palopo terus berlanjut.

Setelah terbentuknya IPM di Kota Palopo dengan Kakanda Mugaffar sebagai Ketua Umum Pertama dan beserta kawan-kawannya, regenerasi kepemimpinan terus berjalan. Kemudian di susul oleh Kakanda Suparni Sampetan sebagai Ketua Umum PD IPM Kota Palopo Periode 2007-2009 dan dengan Kakanda Umar sebagai Sekretaris Umum. Di masa ini juga untuk pertama kalinya IPM Palopo Menjadi Tuan Rumah Musyawarah Wilayah (Musywil) Ke-XVII pada tahun 2008, yang ditandai dengan terpilihnya Kakanda Zulfikar Ahmad Tawalla sebagai Ketua Umum Pimpinan Wilayah IPM Sulawesi Selatan Periode 2008-2010 (Sekarang Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah 2023-2027) di Rujab Walikota Palopo. Di masa ini juga merupakan masa transisi kembalinya nama IRM (Ikatan Remaja Muhammadiyah) menjadi IPM (Ikatan Pelajar Muhammadiyah) pada tahun 2008. (Baca: Sejarah IPM)

Melanjutkan Kepengurusannya di IPM, Kakanda Umar Terpilih menjadi Ketua Umum PD IPM Kota Palopo Periode 2009-2011 pada Musyda Ke-III IPM Palopo menggantikan Kakanda Suparni Sampetan. Di masa ini regenerasi kepemimpinan di IPM Palopo terus berlanjut hingga sekarang, diantaranya yaitu; Kakanda Wawan Maraba Ketua Umum Periode 2011-2013, Kakanda Sugandi Ketua Umum Periode 2013-2015, Kakanda Riswan Ketua Umum Periode 2015-2017, Kakanda Amar Jaya Nasir Ketua Umum Periode 2017-2019, Kakanda Muh. Syainal Nur Ketua Umum Periode 2019-2021, dan yang sekarang adalah penulis sendiri-Adi Suprah Ketua Umum Periode 2021-2023, yang terpilih pada Musyda Ke-IX IPM Palopo pada tanggal 27-28 November 2021 di Rujab Wakil Walikota Palopo.

Dalam proses terbentuknya Ikatan Pelajar Muhammadiyah di Kota Palopo tak lepas dari perjuangan senior-senior IPM di Tana Luwu yang selalu turut serta membantu mengembangkan sayap-sayap perjuangan di tubuh IPM yang sampai denga saat ini masi tetap mengawal gerakan IPM di Tana Luwu khususnya di Kota Palopo. Untuk itu, perjuangan dan pergerakan kader-kader IPM di setiap masa perlu menjadi pelajaran bagi pelajaran untuk generasi selanjutnya.

Kilas Kepemimpinan PD IPM Kota Palopo dari Masa ke Masa (2002-2023)

1. Kakanda Mugaffar (2002-2007)



2. Kakanda Suparni Sampetan (2007-2009)


3. Kakanda Umar (2009-2011)


4. Kakanda Wawan Maraba (2011-2013)


5. Kakanda Sugandi (2013-2015)


6. Kakanda Riswan (2015-2017)


7. Kakanda Amar Jaya Nasir (2017-2019)


8. Kakanda Muh. Syainal Nur (2019-2021)


9. Adi Suprah (2021-2023)



Sebuah Kesimpulan Penulis

Tidak dapat dipungkiri bahwa awal terbentuknya IPM Palopo sejatinya merupakan sebuah peristiwa yang menarik untuk kita Kulik kembali. Bahwa IPM dalam perjalanannya di Tana Luwu banyak mengahadapi tantangan dan dinamika kepemimpinan.

Dinamika dan proses hadirnya Ikatan Pelajar Muhammadiyah di Kota Palopo sehingga bisa tetap eksis hingga saat ini tak lepas dari perjuangan para kader IPM terdahulu yang banyak berkorban dan berkontribusi. Banyak hal yang dapat dipelajari dari peristiwa kelahiran ini guna meneropong masa depan gerakan IPM selanjutnya.  Keterkaitan satu aspek dengan aspek lainnya sangat menentukan bagaimana IPM Palopo bisa diperjuangkan untuk lahir di Kota Palopo.

IPM Palopo dengan usianya yang masi tergolong muda bila dibandingkan dengan IPM di daerah lain yang sudah mapan dalam hal kepemimpinan, terbukti mampu mengejar ketertinggalan tersebut. IPM Palopo kini lahir dengan wajah barunya giat melakukan aksi-aksi dan gerakannya dalam berorganisasi.

Rentetan sejarah dan peristiwa demi peristiwa yang dialami di masa lalu sangat menentukan bagaimana sepak terjangnya ke depan. Seperti slogan Bung Karna "Jas Merah" jangan melupakan sejarah". Untuk itu, kader IPM khusus yang berada di Kota Palopo patutlah untuk sesekali belajar dari sejarah kita, bagaimana kita lahir dan bagaimana kita tumbuh dan terbentuk.

Karena kurangnya akses informasi dan jejak-jejak administratif maupun tulisan seputar perkembangan IPM di Kota Palopo yang dapat dipergunakan sebagai rujukan dan sumber informasi, penulis merasa perlu untuk membuat tulisan singkat ini meski jauh dari kata sempurna.

Seluruh rangkaian peristiwa yang tertulis merupakan informasi yang penulis terima dari informasi administrasi yang masih ada dan terawat dengan baik dan juga dari cerita-cerita senior IPM yang tetap mengawal pergerakan IPM. Penulis sadar sepenuhnya bahwa tulisan belum dapat menjelaskan seluruh peristiwa penting dalam sejarah IPM di Kota Palopo. Hal itu disebabkan tak lain adalah karena kurangnya akses informasi dan  pengetahuan penulis terhadap peristiwa tersebut. Penulis berkeyakinan bahwa disetiap masa pasti ada seorang pembaharu yang menyeru kepada kebaikan yang ma'ruf dan mencegah kepada yang mungkar.
Waalaikumsalam..


Palopo, 01 April 2023

Penulis: Adi Suprah

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hari Pendidikan Nasional Untuk Pendidikan Lebih Berkemajuan

Hari Pendidikan Nasional untuk pendidikan lebih berkemajuan Oleh : Adi Suprah (Ketua Umum PD IPM Kota Palopo) Hari Pendidikan Nasional diperingati setiap tanggal 2 Mei. Tahun ini, peringatan Hari Pendidikan Nasional jatuh pada Selasa, 2 Mei 2023. Pendidikan merupakan hal yang sangat penting dalam membentuk karakter seseorang dan membangun masa depan bangsa. Oleh karena itu, peringatan Hari Pendidikan Nasional seharusnya menjadi momentum bagi seluruh stakeholder pendidikan untuk merefleksikan dan memperbaiki sistem pendidikan di Indonesia. Di masa pandemi COVID-19, pendidikan di Indonesia mengalami berbagai tantangan seperti pembelajaran jarak jauh yang tidak merata, akses internet yang terbatas, dan kurangnya pelatihan bagi para guru. Oleh karena itu, peringatan Hari Pendidikan Nasional tahun ini harus menjadi momen untuk mengajak seluruh stakeholder pendidikan untuk bersama-sama meningkatkan kualitas dan akses pendidikan di Indonesia. Pendidikan berkarakter harus menjadi f...

Yunita Anggraini | IPM Palopo

  Profil Yunita Anggraini - Bendahara Umum PD IPM Kota Palopo Periode 2021-2023 Yunita Anggraini akrab disapa Nita adalah Seorang Mahasiswa Fakultas Pendidikan dan Ilmu Keguguran Universitas Muhammadiyah Palopo dengan mengambil jurusan Bimbingan Konseling (BK) di mulai pada tahun 20220. Nita terpilih sebagai Bendahara Umum pada Musyda IPM Kota Palopo yang K-9 yang dilaksanakan pada Tahun 2021 di Rujab Wakil Walikota Palopo, dengan komposisi pimpinan bidang umum yaitu, Adi Suprah (Ketua Umum), Mutiara Sandera (Sekretaris Umum), dan Yunita (Bendahara Umum) Jenjang Perkaderan Yunita yaitu, PKM TM1 Tahun 2019 di SMA Muhammadiyah Palopo, PKM TM2 Tahun 2020 di Universitas Muhammadiyah Palopo yang diadakan Oleh PD IPM Kota Palopo, dan Perkaderan Formal penunjang Pelatihan Fasilitator & Pendamping 1 (PFP1) Tahun 2022 di Takalar.