Hari Pendidikan Nasional untuk pendidikan lebih berkemajuan Oleh : Adi Suprah (Ketua Umum PD IPM Kota Palopo) Hari Pendidikan Nasional diperingati setiap tanggal 2 Mei. Tahun ini, peringatan Hari Pendidikan Nasional jatuh pada Selasa, 2 Mei 2023. Pendidikan merupakan hal yang sangat penting dalam membentuk karakter seseorang dan membangun masa depan bangsa. Oleh karena itu, peringatan Hari Pendidikan Nasional seharusnya menjadi momentum bagi seluruh stakeholder pendidikan untuk merefleksikan dan memperbaiki sistem pendidikan di Indonesia. Di masa pandemi COVID-19, pendidikan di Indonesia mengalami berbagai tantangan seperti pembelajaran jarak jauh yang tidak merata, akses internet yang terbatas, dan kurangnya pelatihan bagi para guru. Oleh karena itu, peringatan Hari Pendidikan Nasional tahun ini harus menjadi momen untuk mengajak seluruh stakeholder pendidikan untuk bersama-sama meningkatkan kualitas dan akses pendidikan di Indonesia. Pendidikan berkarakter harus menjadi f...
Di zaman sekarang ini banyak dari beberapa anak dapat dikatakan telah mengalami kecanduan gadget. Gadget sebagai alat elektronik yang sangat dibutuhkan di dalam kehidupan sehari-hari.
Memesan makanan, memesan tiket bioskop, membeli baju, menyewa kamar hotel dan lain-lain semuanya
dapat dilakukan hanya dengan satu benda yaitu gadget. Tetapi saat ini, masih banyak orang tua yang belum
memahami tentang pembatasan gadget terhadap anak di usia dini.
World Health Organization (WHO) dan American Academy of Pediatrics (AAP) menyarankan kepada orang tua agar tidak mengenalkan gadget pada anak yang masih berusia dibawah umur 2 tahun.
Para ahli telah menyepakati bahwa orang tua sebaiknya menunggu anaknya hingga umur 3 tahun jika ingin difasilitasi dengan gadget. Di saat inilah orang tua dapat memberikan pembelajaran ke anak melalui gadget. Seperti contoh misalkan sang Ibu ingin membiasakan anak untuk berbahasa asing maka sang Ibu dapat memutarkan video kepada anaknya melalui gadget. Dengan syarat, orang tua juga harus tahu berapa lama waktu yang cukup untuk anak dalam menggunakan gadget atau dalam artian tidak boleh secara berlebihan.
Adapun untuk orang tua yang mempunyai anak berumur 6 tahun hingga 12 tahun itu sudah bisa
menggunakan gadget dengan waktu yang lebih lama dari balita. Akan tetapi, orang tua tetap harus
mengawasi situs-situs apa saja yang dibuka oleh anak. Orang tua juga berperan penting untuk memberikan
pengenalan terhadap anak apa saja hal-hal yang dibolehkan bagi anak kecil dan apa saja yang tidak boleh
bagi anak kecil pada gadget. Kalau sangat dibutuhkan orang tua justru bisa memasangkan fitur kids dibeberapa aplikasi-aplikasi tertentu agar anak lebih terjaga.
Mungkin saja ada beberapa orang tua yang masih enggan untuk memberikan anaknya gadget.
Berikut pemaparan dampak positif gadget bagi anak agar orang tua tidak terlalu mencemaskan anaknya
ketika bermain gadget :
1. Membantu anak dalam proses belajar.
Saat ini video-video pembelajaran dengan suara dan gambar yang menarik telah banyak tersedia di
aplikasi gadget. Hal ini dapat membuat anak jadi lebih rajin belajar karena grafik yang disediakan pada gadget lebih menarik dibandingkan buku-buku yang biasanya dibaca oleh anak dirumah.
2. Bisa mempelajari bahasa asing.
Seperti yang telah dijelaskan pada pemaparan diatas, Ibu dapat memutarkan anaknya beberapa
video atau konten-konten pembelajaran bahasa asing pada asing. Tidak diharuskan konten pembelajaran. Biasanya, terdapat beberapa video lagu-lagu anak yang berbahasa Inggris itu sudah bisa dijadikan sebagai perantara untuk konten pembelajaran bahasa asing anak. Tetapi tidak lupa bagi orang tua untuk selalu tetap
membiasakan dan memperkenalkan anak bahasa Indonesia.
3. Anak akan mahir memanfaatkan teknologi.
Semakin sering orang tua memberikan anak gadget semakin sering pula anak akan mengutak-atik
gadget orang tua. Anak biasanya memiliki sifat keingintahuan yang tinggi terhadap sesuatu yang belum
pernah ia lakukan sebelumnya. Saat ini, anak balita pun sudah mahir memencet video yang ingin dia tonton. Beberapa dampak positif gadget telah diketahui. Sekarang waktunya untuk memaparkan mengenai
dampak negatif gadget. Berikut pemaparannya :
1. Anak berisiko kecanduan.
Agar anak tidak kecanduan gadget orang tua bisa membatasi waktu pemakaian gadget terhadap anak sesuai umurnya. Jika memang diperlukan bagi anak diusia 1,5 tahun tidak boleh menggunakan gadget
lebih dari 1 jam. Selain itu bagi yang berumur 2-5 tahun sebaiknya hanya 1 jam saja tetapi dengan pengawasan orang tua. Terakhir bagi anak usia 6 tahun ke atas bisa diberikan waktu bermain gadget 2 jam per harinya sekali lagi jika diperlukan dengan pengawasan orang tua.
2. Anak berisiko obesitas.
Mengapa demikian? Biasanya, anak yang sedang mengalami atau memasuki fase kecanduan
gadget akan mengalami kesulitan bergerak. Karena dia akan terus menatap layar gadget yang ada di
depannya. Menurunnya aktivitas fisik merupakan menyebabkan tidak terbakarnya kalori yang ada pada
tubuh manusia sehingga dapat menyebabkan obesitas.
3. Anak berisiko mengalami kerusakan mata. Saat ini banyak sekali anak yang masih berusia sangat dini akan tetapi telah menggunakan
kacamata dengan lensa minus yang sudah tinggi. Hal ini disebabkan karena penggunaan gadget yang
berlebihan. Saat terlalu fokus menggunakan gadget aktivitas berkedip akan menurun. Kondisi normal mata akan berkedip sekitar 15 kali dalam satu menitnya, akan tetapi saat sedang aktivitas itu akan menurun hingga 5-7 kali per menitnya. Padahal berkedip merupakan cara mata menjaga kelembapannya sehingga mata kita tidak mengalami iritasi.

Komentar
Posting Komentar